Di dalam perjalanan iman sebuah jemaat, Allah tidak pernah membiarkan umat-Nya melangkah tanpa arah. Ia secara khusus memanggil seorang gembala untuk menjadi pemimpin rohani yang menerima otoritas dari-Nya. Salah satu otoritas dari Allh bagi gembala adalah memimpin dan membina umat-Nya. Karena itu di dalam otoritas gembala, Allah memberikan visi untuk di lakukan dalam pelayanan gereja. Setiap visi yang Allah berikan bagi gembala dengan tujuan untu memberikan perubahan dalam kehidupan umat-Nya di masa depan. Sebab itu visi sejati ini bukanlah sekadar ide manusia, program kerja organisasi, atau keinginan pribadi sang gembala, melainkan sebuah wahyu yang turun langsung dari hati Allah. Tanpa visi tersebut, jemaat bisa kehilangan arah, semangat, dan tujuan hidup rohaninya. Seorang gembala menerima visi ini melalui kedekatan pribadi dengan Tuhan melalui doa yang mendalam, perenungan firman, dan kepekaan terhadap suara Roh Kudus.
Dalam Keluaran 3:7-10 memberikan pengertian yang baik bahwa visi itu lahir bukan dari ambisi Musa, melainkan dari belas kasihan Allah yang melihat penderitaan umat-Nya. Allah memanggil Musa dalam kesederhanaan dan kerendahan hati sebagai seorang gembala domba di Midian, menunjukkan bahwa visi ilahi tidak bergantung pada kehebatan manusia, melainkan pada ketaatan kepada panggilan-Nya. Setelah menerima visi tersebut, tugas utama gembala adalah menerapkannya dalam kehidupan nyata jemaat. Visi ini tidak boleh hanya menjadi slogan rohani, tetapi harus diwujudkan dalam perubahan karakter, pertumbuhan iman, serta kesediaan jemaat untuk saling mengasihi dan melayani.
Gembala menolong umat untuk memahami bahwa visi Allah menyentuh seluruh aspek kehidupan mereka, mulai dari keluarga, pekerjaan, hingga hubungan sosial di tengah masyarakat. Ketika seorang gembala setia membawa jemaat keluar dari perbudakan menuju pengharapan, dan jemaat bersatu dalam visi tersebut, gereja akan bertumbuh bukan sekadar sebagai organisasi. Gereja akan menjadi umat Allah yang hidup dalam rencana ilahi, menjadi terang dan garam bagi dunia, serta memuliakan Allah dalam setiap langkah mereka. Visi dari Allah bukanlah untuk disimpan sendiri dalam pengalaman pribadi yang ajaib, melainkan untuk dijalankan dan dihidupi di tengah pergumulan nyata jemaat-Nya
.